puisi rindu

Menatap rinai titik hujan yang luruh ke bumi..

Melepas nafas panjang dinginnya hawa terasa..

Aku masih saja tercenung dalam gulana

Separuh jiwaq seolah menghilang

 

Berganti musim tlah berganti

Tlah kulewati sendiri sampai saatnya tiba

Ku ingin melepaskan duka, menatap cakrawala

Haru kulihat pelangi

 

Seusai badai semoga angin lembut membelai

Pikiran mlayang….

Kini,,,ku butuh wanita setia yang berlindung di dada

Memberi setangkup kasih yang mengaliri urat darahku

Sampai dunia berakhir tak sekalipun dia berpaling

 

Ada ruang hampa di hati mengharap terisi

Ternyata seorang lelaki tegarpun tak kuasa bertahan menanggung sepi

 

Nu, 07072008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: