Ayam Petelur Unggul (White Leghorn)

I.  PENDAHULUAN

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kebutuhan gizi semakin lama semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan permintaan akan pangan semakin tinggi khususnya kebutuhan akan protein hewani. Protein hewani bisa diperoleh salah satunya melalui telur. Untuk memenuhi kebutuhan akan kebutuhan telur tersebut, banyak peternak di Indonesia mengembangkan peternakan ayam petelur ras. Ayam petelur di Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi. Semenjak zaman kerajaan Hindu di Indonesia, banyak masyarakat yang mengenal ayam petelur, dan ayam petelur ini merupakan bagian dari hidupnya sehari-hari. Agak berbeda dengan ayam petelur yang dikenal sebelumnya oleh masyarakat, sehingga mulailah pengertian ayam petelur menjadi ganda dan terpisah. Ayam yang di kenal masyarakat sebelumnya ternyata kalah jauh dalam kemampuan bertelurnya dengan ayam yang didatangkan dari luar negeri. Bila ayam yang telah lama dikenal masyarakat itu hanya bertelur dan kurang dari 46 butir per tahun produksi, maka ayam dari luar negeri  itu mampu bertelur lebih dari 180 butir per tahun produksi. Ayam ini kemudian dikenal dan disebut oleh masyarakat sebagai ayam negeri atau ayam ras. Ayam ras kemudian dijadikan sebagai ayam unggulan dalam produksi telur dan persilangan genetik ayam lokal sehingga memperbaiki mutu genetik ayam-ayam yang ada di Indonesia.Banyak sekali jenis dari ayam ras ini misal White Leghorns, Bovins White , Hubbard Golden Comet dan masih banyak lagi. Dengan mempelajari jenis-jenis ayam unggul ini, maka dapat dipelajari karaktristik ayam, produktivitasnya, dan bagaimana mutu genetiknya untuk persilangan. Dengan demikian kebutuhan akan telur bisa dipenuhi.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Ayam ras petelur merupakan hasil rekayasa genetis berdasarkan karakter-karakter dari ayam-ayam yang sebelumnya ada. Perbaikan-perbaikan genetik terus diupayakan agar mencapai performance yang optimal, sehingga dapat memproduksi telur dalam jumlah yang banyak. Salah satu keuntungan dari telur ayam ras petelur adalah produksi telurnya yang lebih tinggi dibandingkan produksi telur ayam buras dan jenis unggas yang lain. Perbandingan produktivitas ayam ras petelur dengan ayam buras disajikan pada tabel: Perbandingan Produktivitas Ayam Ras Petelur dengan Ayam Buras

Keterangan

Ayam ras

Ayam Buras

- Produksi telur (butir/tahun)- Berat telur (gram)- Sifat mengeram – Kemampuan berproduksi

200 – 250

50 – 60

hampir tidak ada

tinggi

40 – 60

30 – 40

ada

  sangat terbatas

(Cahyono, 1996). Terdapat dua macam tipe ayam petelur, sebagai berikut. Tipe ayam petelur ringan dan tipe ayam petelur medium.Performan Beberapa Strain Ayam Petelur yaitu seperti dibawah ini:

Strain

Umur Awal Produksi

(minggu)

Umur pada Produksi 50%

(minggu)

Puncak Produksi

(%)

FCR

Kematian (%)

Lohmann Brown MF 402 19-20 22

92-93

2,3-2,4

2-6

Hisex Brown 20-22 22

91-92

2,36

0,4-3

Bovans White 20-22 21-22

93-94

2,2

5-6

Hubbard Golden Comet 19-20 23-24

90-94

2,2-2,5

2-4

Dekalb Warren 20-21 22,5-24

90-95

2,2-2,4

2-4

Bovans Goldline 20-21 21,5-22

93-95

1,9

6-7

Brown Nick 19-20 21,5-23

92-94

2,2-2,3

4-7

Bovans Nera 21-22 21,5-22

92-94

2,3-2,45

2-5

Bovans Brown 21-22 21-23

93-95

2,25-2,35

2-7

(Rasyaf, 1995).

III.  PEMBAHASAN

A.       Sejarah Ayam Petelur Ayam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak. Tahun demi tahun ayam hutan dari wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para pakar. Arah seleksi ditujukan pada produksi yang banyak, karena ayam hutan tadi dapat diambil telur dan dagingnya maka arah dari produksi yang banyak dalam seleksi tadi mulai spesifik. Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal dengan ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam petelur. Selain itu, seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga kemudian dikenal ayam petelur putih dan ayam petelur cokelat. Persilangan dan seleksi itu dilakukan cukup lama hingga menghasilkan ayam petelur seperti yang ada sekarang ini. Dalam setiap kali persilangan, sifat jelek dibuang dan sifat baik dipertahankan (“terus dimurnikan”). Inilah yang kemudian dikenal dengan ayam petelur unggul. Menginjak awal tahun 1900-an, ayam liar itu tetap pada tempatnya akrab dengan pola kehidupan masyarakat dipedesaan. Memasuki periode 1940-an, orang mulai mengenal ayam lain selain ayam liar itu. Dari sini, orang mulai membedakan antara ayam orang Belanda (Bangsa Belanda saat itu menjajah Indonesia) dengan ayam liar di Indonesia. Ayam liar ini kemudian dinamakan ayam lokal yang kemudian disebut ayam kampung karena keberadaan ayam itu memang di pedesaan. Sementara ayam orang Belanda disebut dengan ayam luar negeri yang kemudian lebih akrab dengan sebutan ayam negeri (kala itu masih merupakan ayam negeri galur murni). Ayam semacam ini masih bisa dijumpai di tahun 1950-an yang dipelihara oleh beberapa orang penggemar ayam. Hingga akhir periode 1980-an, orang Indonesia tidak banyak mengenal klasifikasi ayam. Ketika itu, sifat ayam dianggap seperti ayam kampung saja, bila telurnya enak dimakan maka dagingnya juga enak dimakan. Namun, pendapat itu ternyata tidak benar, ayam negeri/ayam ras ini ternyata bertelur banyak tetapi tidak enak dagingnya. Ayam yang pertama masuk dan mulai diternakkan pada periode ini adalah ayam ras petelur white leghorn yang kurus dan umumnya setelah habis masa produktifnya. Antipati orang terhadap daging ayam ras cukup lama hingga menjelang akhir periode 1990-an. Ketika itu mulai merebak peternakan ayam broiler yang memang khusus untuk daging, sementara ayam petelur dwiguna/ayam petelur cokelat mulai menjamur pula. Disinilah masyarakat mulai sadar bahwa ayam ras mempunyai klasifikasi sebagai petelur handal dan pedaging yang enak. Mulai terjadi pula persaingan tajam antara telur dan daging ayam ras dengan telur dan daging ayam kampung. Sementara itu telur ayam ras cokelat mulai diatas angin, sedangkan telur ayam kampung mulai terpuruk pada penggunaan resep makanan tradisional saja. Persaingan inilah menandakan maraknya peternakan ayam petelur. Ayam kampung memang bertelur dan dagingnya memang bertelur dan dagingnya dapat dimakan, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai ayam dwiguna secara komersial-unggul. Penyebabnya, dasar genetis antara ayam kampung dan ayam ras petelur dwiguna ini memang berbeda jauh. Ayam kampung dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa baiknya. Sehingga ayam kampung dapat mengantisipasi perubahan iklim dengan baik dibandingkan ayam ras. Hanya kemampuan genetisnya yang membedakan produksi kedua ayam ini. Walaupun ayam ras itu juga berasal dari ayam liar di Asia dan Afrika. Ayam telah dikembangkan sangat pesat di setiapa negara. Sentra peternakan ayam petelur sudah dijumpai di seluruh pelosok Indonesia terutama ada di Pulau Jawa dan Sumatera, tetapi peternakan ayam telah menyebar di Asia dan Afrika serta sebagian Eropa.

B.       Jenis Ayam Petelur Unggul Jenis ayam petelur dibagi menjadi dua tipe:

1)      Tipe Ayam Petelur Ringan. Tipe ayam ini disebut dengan ayam petelur putih. Ayam petelur ringan ini mempunyai badan yang ramping/kurus-mungil/kecil dan mata bersinar. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Ayam galur ini sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan berbagai nama. Setiap pembibit ayam petelur di Indonesia pasti memiliki dan menjual ayam petelur ringan (petelur putih) komersial ini. Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahun produksi hen house. Sebagai petelur, ayam tipe ini memang khusus untuk bertelur saja sehingga semua kemampuan dirinya diarahkan pada kemampuan bertelur, karena dagingnya hanya sedikit. Ayam petelur ringan ini sensitif terhadap cuaca panas dan keributan, dan ayam ini mudah kaget dan bila kaget ayam ini produksinya akan cepat turun, begitu juga bila kepanasan.

a)   White Leghorns

 

Gambar 1. White Leghorn jantan dan betina

Gambar 2 White Leghorn yang baru menetas dan DOC

Gambar 3. Pial dan Jengger ayam White Leghorn

White Leghorns adalah Adalah jenis ayam dengan asal dari  Tuscany , Italia tengah . Burung pertama yang diimpor ke Amerika Utara pada tahun 1853. Ayam ini merupakan salah satu strain komersial yang paling populer dari ayam petelur di seluruh dunia. White Leghorns memiliki telinga putih dan kaki kuning dan mata merah di semua warna. Para betina memiliki pial dilipat ganda, perut yang mendalam dan ekor dicambuk. Mata yang menonjol dan paruh yang pendek dan gemuk. Telinga didefinisikan dengan baik dan pial yang panjang, tipis dan halus dalam tekstur. Kaki mereka panjang dan berbulu dengan empat jari kaki pada kaki dengan kaki belakang panjang lurus dan bulu-bulu pada tubuh yang lembut dan halus. Para Leghorns adalah salah satu ras yang digunakan untuk membuat persilangan hibrida modern. Sebagai burung mereka sangat produktif dan mampu beradaptasi dengan semua kondisi. Leghorns adalah penghasil telur yang sangat baik yang berwarna putih (sekitar 280 per tahun) dengan rasio konversi umpan-ke-telur unggul (Leghorn hanya perlu sekitar 125 gram pakan bergizi sehari-hari).. Leghorn tidak dianggap sebagai penghasil daging yang layak. Leghorns adalah petelur yang aktif dan efisien. Mereka biasanya menghindari kontak dengan manusia dan cenderung gelisah dan bertingkah. Karena merupakan penghasil telur yang bagus, mereka lebih disukai oleh laboratorium untuk penelitian embriobiologi dan unggas serta menjadi nomor satu produksi skala besar yang digunakan untuk telur komersial di Amerika Serikat.

Gambar 4. Leghorn dari Banten

2)      Tipe Ayam Petelur Medium.Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada di antara berat ayam petelur ringan dan ayam broiler. Oleh karena itu ayam ini disebut tipe ayam petelur medium. Tubuh ayam ini tidak kurus, tetapi juga tidak terlihat gemuk. Telurnya cukup banyak dan juga dapat menghasilkan daging yang banyak. Ayam ini disebut juga dengan ayam tipe dwiguna. Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat yang umumnya mempunyai warna bulu yang cokelat juga. Dipasaran orang mengatakan telur cokelat lebih disukai daripada telur putih, kalau dilihat dari warna kulitnya memang lebih menarik yang cokelat daripada yang putih, tapi dari segi gizi dan rasa relatif sama. Satu hal yang berbeda adalah harganya dipasaran, harga telur cokelat lebih mahal daripada telur putih. Hal ini dikarenakan telur cokelat lebih berat daripada telur putih dan produksinya telur cokelat lebih sedikit daripada telur putih. Selain itu daging dari ayam petelur medium akan lebih laku dijual sebagai ayam pedaging dengan rasa yang enak. Inilah beberapa jenis ayam komersial hasil persilangan yang mempunyai performa yang baik: a)    Babcock B-300 v: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 270, ransum 1,82 kg/dosin telur. b)   Dekalb Xl-Link: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 255-280, ransum 1,8-2,0 kg/dosin telur. c)    Hisex white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 288, ransum 1,89 gram/dosin telur. d)   H & W nick: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 272, ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur. e)    Hubbarb leghorn: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)260, ransum 1,8-1,86 kg/dosin telur.

Gambar 5. Red  leghorn

f)    Ross white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 275, ransum 1,9 kg/dosin telur. g)   Shaver S 288: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)280, ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur. h)   Babcock B 380: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260-275, ransum 1,9 kg/dosin telur. i)     Hisex brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house)272, ransum 1,98 kg/dosin telur.

  

Gambar 6. Parent Stock ayam Hisex Brown

Hisex Brown adalah juara penghasil telur terbanyak yang berukuran sedang. Dia terkenal dengan telur yang berwarna cokelat denagn kualitas cangkangnya yang kuat dan bagus. Dia memiliki livability yang sangat baik dan siap untuk menghadapi tantangan industri karena produktivitas yang tinggi di iringi efisiensi pakan yang bagus. j)     Hubbarb golden cornet: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260, ransum 1,24-1,3 kg/dosin telur.

 

Gambar 7.ayam betina Hubbarb golden cornet

k)   Ross Brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 270, ransum 2,0 kg/dosin telur. l)     Shaver star cross 579: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 265, ransum 2,0-2,08 kg/dosin telur. m) Warren sex sal link: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 280, ransum 2,04 kg/dosin telur.

IV. KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan antara lain:

  1. Ayam buras lebih unggul dari ayam ras dalam hal produksi telur.
  2. Nenek moyang dari semua ayam buras petelur adalah ayam leghorns namun yang paling unggul dari leghorns adalah strain White Leghorns.
  3. Tipe ayam petelur ada 2 yaitu tipe petelur ringan (berat badan lebih ringan, berbulu dominan putih) dan tipe petelur medium (berbulu dominan coklat dan merupakan tipe dwiguna karena penghasil telur dan daging).
  4. Leghorns adalah penghasil telur yang sangat baik yang berwarna putih (sekitar 280 per tahun).
  5. White Leghorns memiliki telinga putih dan kaki kuning dan mata merah di semua warna. Para betina memiliki pial dilipat ganda, perut yang mendalam dan ekor dicambuk. Mata yang menonjol dan paruh yang pendek dan gemuk. Telinga didefinisikan dengan baik dan pial yang panjang, tipis dan halus dalam tekstur. Kaki mereka panjang dan berbulu dengan empat jari kaki pada kaki dengan kaki belakang panjang lurus dan bulu-bulu pada tubuh yang lembut dan halus.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Anonim. 2010. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http:// www.cacklehatchery.com/whtleghornpage.html&ei=KPqCTr3fJIWciQfV_YjeDg&sa=X&oi =translate&ct=result&resnum=2&sqi=2&ved=0CCIQ7gEwAQ&prev=/search%3Fq%3Dwhite%2Bleghorn%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en- US:official%26channel%3Dnp%26biw%3D1366%26bih%3D629%26prmd%3Dimvnsfd. Diakses pada hari Rabu, 28 September 2011. Pukul 16.00 WIB Anonim. 2010. http://www.wikipedia.com/whiteleghorns. Diakses pada hari  Kamis, 29 September  2011. Pukul 16.30 WIB.

Cahyono, Bambang. 1995. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler). Penerbit Pustaka Nusatama Yogyakarta.

Rasyaf ,Muhammad. 1989. Beternak Ayam Petelur  Penebar Swadaya (anggota IKAPI) Jakarta. Kojeadventure. 2011.

http://f4712in.wordpress.com/2011/03/26/jenis-ayam-petelur/kojeadventure. Diakses pada hari Kamis, 29 September 2011. Pukul 16.00 WIB.

About these ads

13 Komentar (+add yours?)

  1. Agus
    Feb 23, 2012 @ 13:00:16

    Dimana saya bisa beli ayam telur tipe white leghorn?

    Balas

  2. ccagroup
    Jun 16, 2012 @ 02:33:12

    mbak…saya ambil gambar ayamnya….
    untuk skripsi…
    akwakwkakwakwk
    kul di peternakan kah mbak????

    Balas

  3. Hadie
    Jul 10, 2012 @ 01:45:25

    wah cantik sekali ayammya mbak….saya arema mbak kul di malang kalo punya informasi ayamnya bisa dibeli di breeding farm mana ya

    Balas

  4. wiyanti
    Sep 09, 2012 @ 13:19:51

    mbak…. bleh donk laen kali nulis tentang performans jenis” strain ayam petelur sekalian ma berat badannya….

    Balas

  5. Dodik Ambasadorantikoropptorr
    Okt 05, 2013 @ 14:14:55

    ada akun fb gk ?

    Balas

  6. Kukuh Vp
    Jul 04, 2014 @ 06:14:40

    Dimana sya bisa beli white leghorn untk wilayah Jateng & Diy?

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: